16 06 2015

Bersama Cindy 11bln, balita penderita gagal jantung..
Smg lekas sembuh sayang 😘 – at Ruang Jempiring RSUP Sanglah

View on Path





29 05 2015

Yuk bantu 😊

Alone we can do so little, together we can do so much – with WAW Community

View on Path





Life is Indeed Unfair, Its a Chance To Learn Something

14 05 2015

If you expect the world to be fair with you because you’re fair, you’re fooling yourself.. That’s like expecting a lion not to eat you because you didn’t eat him.

Tidak jarang, justru seringkali terucap bahwa hidup ini sangat tidak adil buat kita. Gw atau kalian pasti pernah mengucapkan, benar? WAJAR..
Tulisan ini bukan ajakan atau perintah untuk buat petisi tentang ketidakadilan hidup, hehehe. Hanya sekedar mengalihkan perhatian kita terhadap ungkapannya. Ini tentang hubungan sebab akibat, simplenya, “ini terjadi karena kita begitu”. Bingung?? Jangan..!! Yuk disimak..

Tanpa kita pernah sadari sebuah ketidakadilan berasal dari diri kita sendiri, karena kita mencoba untuk membandingkan sesuatu dengan lainnya. Misal baik dan buruk. Hal yang lumrah jika kita mengalami sesuatu hal yang baik, rasa atau keinginan untuk berontak atau complaining tidak muncul, atau lebih tepatnya tidak akan terucap. Hahaha..
Tapi bagaimana jika hal buruk sedang menimpa kita, gw jamin rasa gak terima, caci maki, dan sumpah serapah gak pake malu-malu keluar ke permukaan. ITU SANGAT WAJAR..
Pernah berpikiran gak kalo sesuatu yang baik dan yang buruk itu merupakan sebuah kesempatan buat kita untuk belajar sesuatu yang baru. Mau awal yang buruk, pasti akan berakhir baik, apalagi awal yang baik, sudah jelas akan berakhir lebih baik lagi, tergantung bagaimana kita ngegiring itu.

Psychologists call this “irrational thinking” or a “cognitive distortion.” It basically says that somewhere in our head, we sometimes think like a child that all of life “should be fair.” Whether it should be a certain way or not is largely besides the point — because it isn’t.

Seperti biasa, selayaknya hidup, selalu akan ada pilihan. Apakah lo bakal menghabiskan energi yang ada dalam jiwa dan raga lo untuk tetap protes, ATAU berusaha untuk menerima kenyataan.
Berdamai dengan kenyataan itu susah, IYA BENER..!! But its worth to try, trust me. That no way can the universe keep a universal, balanced tally for everybody at all times

Pertanyaanya sekarang adalah, apa yang kudu gw lakuin?

One of the keys to overcoming cognitive distortions is to identify them as you’re telling yourself one. By identifying these irrational thoughts, you’ll be in a better position to answer them in the future. You might, for instance, thing you’re only thinking this way once in awhile.
Makin dewasa/matangnya pola pikir, makin simple cara berpikir kita. Ibarat tuh kayak “kalo gak perlu lagi ya buang aja”, seperti itu kira-kira. Meminimalisir penggunaan kata : kenapa, kok begini/begitu. Intinya bagaimana cara kita menerima segala hal baik/buruk dan berusaha untuk melanjutkan hidup lebih baik. Kalo lo rasa lo mendapatkan hal buruk karena cara lo salah, perbaiki caranya. I always try to live by this belief by making the best out of every situation, and instead of complaining, I try to find a solution.
Kalo gw pikir-pikir, memang hidup itu gak selalu adil kok, and that is the way it is.
Nah hal yang pasti adalah setiap pengalaman pasti akan memberikan big impact on our life, but most of the time they only feel like they are a big deal at first, and then we realize that life goes on, and it is not the end of the world.
Jangan terlalu overthinking, lo akan stuck disana. Berpikirlah out of the box. Imagine all of the energy you’ll be saving from not having this particular thought always running around in your head any more! Trust me, it’s for your own good kok. Karena benar adanya bahwa semua hal baik akan datang saat pikiran dan jiwa lo tenang. Ingat badan lo terbuat dari daging, darah, dan tulang, BUKAN BESI. Hahahaha…

Life is indeed unfair. Once you accept that basic and unfortunate aspect of living, you can move on to the next step — and energize yourself to move forward.

Yuk, bareng-bareng ubah pola pikir kita mulai dari sekarang. Gw pun masih dalam tahap belajar. Semua tetap butuh proses. Karena saat berproseslah tanda bahwa kita masih hidup.

Selamat menjadi lebih baik, pemirsa 🙂





3 02 2015

“Not Beyond Us”

Choosing healthy lives
Delivering early detection
Achieving treatment for all
Maximising quality of life-understanding

View on Path





23 01 2015

70mins on the phone..

20mnt pertama (rate *****)
He asked me to keep on survive, no matter what the result is 😊😊

10mnt berikutnya (rate ****)
Arguing about life after life. I do believe, and he dont 😪

20mnt berikutnya (rate *****)
Topic : dia mendadak merasa kalo sebulan seperti 1th kabisat lamanya 😒😒😒😒 *mulai ngaco*

20mnt berikutnya (rate *)
Our last condition :
Me 👉 Suddenly deaf
Him 👉 high tension, then stroke
krn dia teriak2 dari nyanyi sampe maki2 org dikemacetan 😪😪😪

Anyway, terima kasih sudah buat aku tertawa malam ini. That means a lot for me.. For real..
Danke schoen, D..
Gutte nacht schatzi
😴😴😴😴😴😴

View on Path





Yang..

23 01 2015

Kamu lucu.. Kamu manis.. Kamu tengil..

Kenal kamu beberapa bulan lalu itu sangat menyenangkan..
Most people know that i’m -Love at the first sight- kind of type.. And it happens when i saw you, it happens when u walked through that door.

Masih terbayang jelas gimana kamu ng-cengin aku habis-habisan di lounge itu. Dan gak butuh waktu lama buat kamu mendekat kan??!
Hahahaha.. Yaa walaupun malam itu pegangan tangan kita sempat terlepas karena ada yang mempermasalahkan itu. LoL

Kamu smart banget, aku suka. Kamu lucu, kamu temperamen.. Inget gak, kamu nyaris buat kita celaka dijalan karena kamu ugal-ugalan.
Bzzzz…

Aku suka panggilan kamu ke aku sejak malem itu. Aku gak tau, kenal kamu itu berkah atau musibah. Kamu cukup menyita banyak tempat di kepalaku. Aku terganggu, tapi aku senang.

Makin kesini kamu makin jadi sosok menyebalkan, tapi ngangenin. Bodo amat lah, yang penting asik.
Noraknya suka BT nungguin text dari kamu. Uuhhh..

Makasi udah menemani aku dalam beberapa waktu terakhir, sampai di kedatanganku kedua pun kamu menyempatkan diri nemuin aku, walaupun ada kejadian menyebalkan.
Tapi aku realize, mungkin bukan kamu namanya kalo gak menyebalkan. Bahahahahaha..

Can’t wait to see you (again) real soon, yang.. Hope so..

Take care yourself..





W A K T U

22 01 2015

Waktu tidak akan pernah berhenti, Dia akan terus berjalan..
Waktu memberi kita ruang dan peluang dalam pilihan..
Memilih untuk tetap berjalan ke depan atau kembali pulang..

Detik menuju menit
Menit beranjak jam
Jam merapat hari
Hari berganti minggu
Minggu bergeser tahun

Waktu tercipta bukan untuk dihentikan, waktu juga tidak tercipta untuk bisa diulang..

Berawal dari jalan beriringan hingga mengejar sang waktu. Bukan perihal siapa yang lebih dulu, tapi ini menyangkut siapa yang bertahan lebih lama..

Mungkin saat ini kita bisa mengatur waktu atas kehendak kita, tapi saat itu tiba dia akan bilang, waktumu hanya sampai disini..

Sukma Hapsari
1:10 AM