Jika dunia punya program 60minutes for Earth Day, kami warga Bali punya 24Hours for Earth Day. Kenapa begitu, karena umat hindu yang setiap tahunnya merayakan Tahun Baru Caka atau secara nasionalnya disebut sebagai hari raya Nyepi, meniadakan semua kegiatan sehari-hari. Seperti tidak menyalakan lampu/listrik (amati geni), tidak melakukan pekerjaan apa pun (amati karya), tidak bepergian/keluar rumah (amati lelungan), dan tidak melakukan aktivitas hiburan (amati lelanguan). Jadi selama 24jam, kami yang merayakan hari raya nyepi melakukan hal-hal tersebut.
Sehari tanpa aktivitas, sehari pula bumi ini bebas dari polusi. Andai ini bisa diikuti oleh banyak negara di dunia. Saya yakin bumi ini terhindar dari krisis pemanasan global. Tapi kalau pun itu tidak bisa dilakukan, at least, kami warga Bali bisa memberikan sesuatu bagi bumi kami yang tercinta ini..
Rangkaian perayaan nyepi diawali dengan Pengerupukan, dimana di hari itu dilakukan upacara Pecaruan. yang dikhususkan bagi pengusiran Buta Kala di semesta raya.
Berikutnya adalah Catur Beratha Penyepian yang penjabarannya sudah saya sebutkan diatas.
Dan Ngembak Geni adalah prosesi terakhir dalam perayaan Nyepi. Umat Hindu melakukan Dharma Shanti dengan keluarga besar dan tetangga, mengucap syukur dan saling maaf memaafkan (ksama) satu sama lain, untuk memulai lembaran tahun baru yang bersih. Inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia diseluruh penjuru bumi sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi satu dengan yang lain, memaafkan segala kesalahan dan kekeliruan. Hidup didalam kerukunan dan damai.
Last but not least, selamat merayakan hari raya Nyepi untuk sahabat dan saudara Hindu Dhrama. Dan selamat menikmati liburan untuk sahabat lintas agama.
Semoga Tuhan beserta kita selalu.
Amien..

Komentar Terakhir